Skip to content
Advertisements

Road to Wedding Day (My First Dream)

Hello Sahabat Koloni,

 

Setiap orang pasti mempunyai impian bukan? Para Sahabat Koloni pun pasti punya impian yang ingin dicapai bahkan kemungkinan lebih dari satu impian. Betul?

Bermimpi sangatlah mudah, tapi untuk mencapai impian kitalah yang membutuhkan pengorbanan baik waktu, tenaga maupun uang.

Kenapa saya menuliskan artikel ini yang merupakan postingan artikel pertama saya di blog ini?

Sejujurnya, saya menuliskan artikel ini, karena pada saat ini saya merasakan ketegangan dan kebahagiaan secara bersamaan. Koq bisa? hehehe.. Karena dalam itungan 27 hari setelah artikel ini di dipublish, saya akan melangsungkan pernikahan. Yeeeeeyyyy….

Bahagia karena akhirnya impian saya untuk berkeluarga bentar lagi akan terwujud dan merasa tegang karena masa persiapan pernikahan yang semakin dekat dan intens dimana menyita tenaga, waktu dan uang yang cukup banyak.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Persiapan yang dimulai 2 tahun lalu sekarang tinggal 27 hari lagi.

Semua ini dimulai ketika saya menyatakan komitmen saya untuk menikah dengan pasangan saya dan dia menyatakan bersedia. Semua berjalan secara otomatis mulai dari memesan tempat untuk wedding, bridal untuk mempercantik diri di hari H, cetak kartu undangan, mengurus surat-surat untuk menikah hingga hal-hal kecil yang bahkan tak terpikirkan oleh saya.

Seperti yang Sahabat Koloni ketahui, biaya merit di jakarta bisa sangat mahal. Sebenarnya itulah yang menjadi kekhawatiran saya yang paling besar. 2 tahun yang lalu saya menyadari bahwa meskipun saya menyisihkan sebagian besar gaji saya setiap bulan untuk biaya merit, tetap saja tidak akan cukup untuk menutup biaya-biaya merit saya, karena sebelumnya, saya sama sekali tidak ada tabungan. (bener-bener 0) hehehe..

Saya diwaktu-waktu itu memiliki tekad dan keyakinan kuat, meskipun belum ada biaya untuk merit, tapi saya yakin pasti bisa melangsungkan pernikahan yang saya inginkan. Tapi Sahabat Koloni, ternyata tekad dan keyakinan saja belumlah cukup, karena The Real Problem is Money, bukan pada tekad atau keyakinan. Tekad dan keyakinan memberikan kita kekuatan, tapi untuk mendapatkan uang tambahan dibutuhkan usaha yang keras.

Thanks to God, tekad, keyakinan dan usaha keras saya mulai membuahkan hasil. Saya mulai bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit uang tambahan selain dari gaji yang saya sisihkan setiap bulan untuk membayar biaya merit.

“I’m a lucky guy” hehehe.. Kata-kata itu baru saja terlintas di benak saya. Saya merasa sangat beruntung karena pasangan saya mau melewati tahapan persiapan menikah yang berat ini tanpa mengeluh, tidak pernah ribet-ribet dan mau mengerti sepenuhnya kondisi saya. Dan keluarganya pun memberikan support yang sangat luar biasa untuk pernikahan ini dan sangat mengerti kondisi yang saya alami (karena biasanya pihak keluarga yang lebih ribet hehehe..).

“How long can we go?” Pertanyaan inilah yang muncul berikutnya di benak saya. “Berapa lama lagi kita bisa jalani semua ini?”. Memang tinggal 27 hari lagi menuju Wedding Day kami, tapi harus kami akui bahwa kami sudah mulai merasakan kecapekan baik dari sisi mental, fisik maupun finansial. Tapi kami masih mempunyai tekad dan keyakinan, bahwa Tuhan akan memberikan kami kekuatan dan jalan keluar dari setiap masalah yang akan kami hadapi dalam 27 hari kedepan. Kami hanya bisa berusaha sebisa kami, tapi Tuhan lah yang membantu dan menentukan langkah kami ke depannya. So.. Kami tetap berusaha dan berdoa untuk mendapatkan yang terbaik dalam 27 hari ke depan.

I swear by the moon and the star in the sky, I’ll make you happy forever my love. 

Segala pengorbanan yang kami lakukan selama ini adalah untuk mewujudkan salah satu impian kami yaitu menikah. Sudah banyak yang kami korbankan untuk mencapai Wedding Day kami dari segi waktu, tenaga maupun uang. Tapi saya percaya semua pengorbanan tersebut akan terbayarkan lunas setelah saya menikah dengan dia. hehehe..

Awal perjalanan selalu terasa pahit. Setelah berjalan selalu terasa asam, Tapi setelah sampai di tujuan rasanya pasti manis sekali.

Semoga artikel ini bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk Sahabat Koloni yang sedang berpikir untuk menikah kedepannya. So.. Jangan takut bermimpi Sahabat Koloni, tapi jangan lupa juga untuk berjuang untuk mewujudkannya.

Bisa atau tidak hanya ada di pikiran saja, semuanya pasti bisa jika kita sudah punya tekad, keyakinan dan mau berusaha.

Artikel ini saya dedikasikan untuk pasangan saya yang manis dan keluarganya yang penuh pengertian.

I Love U All and See You On My Wedding Day

Jika Sahabat Koloni suka dengan artikel ini, saya sangat berharap Sahabat Koloni mau memberikan komentar atau like.

 

 

 

Advertisements

kolonisaham View All

Seorang karyawan biasa yang berdedikasi untuk terus belajar, trading saham dan berbagi Dunia Saham kepada para Sahabat Koloni.
Bring Us Together.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: